Danau Tiga Warna Kelimutu di Ende

Sunday, May 2, 2010

Apa yang anda ketahui tentang kota Ende?
  1. Kota Ende adalah ibu kota Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, yang terletak di pesisir selatan Pulau Flores.
  2. Kota Ende merupakan tempat yang sangat bersejarah, karena Bung Karno pernah dibuang di kota ini.
  3. Masyarakat Kota Ende mayoritas beragama Islam.
  4. Nama bandara udara di kota Ende adalah nama seorang raja beragama Islam yang pernah menjadi bupati pertama, yaitu Haji Hasan Aroeboesman.
  5. Masjid yang berada di sebelah barat istana kerajaan Ende merupakan masjid tertua di kota Ende yang dibangun pada abad ke-16.
  6. Kabuaten Ende mempunyai 2 bahasa daerah, yaitu bahasa Ende yang dipakai kebanyakan penduduk Ende dan bahasa Lio yang banyak digunakan oleh daerah kawasan sebelah utara Kota Ende, termasuk penduduk yang banyak tinggal di gunung-gunung di sekitar Kota Ende.
  7. Terdapat banyak obyek wisata yang menarik, salah satunya adalah danau 3 warna yaitu Kelimutu.
Piknik together kali ini akan jalan-jalan di sebuah danau yang bernama danau Kelimutu yang terletak sekitar 66 kilometer dari Kota Ende atau kira-kira menempuh perjalanan sekitar 3 jam dengan menggunakan jalan darat dengan cara menyewa kendaraan. Sepanjang perjalanan yang berkelok-kelok, dengan kondisi jalan yang jelek, banyak jurang dan tebing, terasa sangat melelahkan.

Terdapat keindahan alam yang luar biasa berupa fenomena alam yang tiada duanya yaitu adanya 3 danau kawah yang selalu berubah warna. Keajaiban alam ini dibangun oleh aktivitas geologi gunung Kelimutu. Kelimutu merupakan gabungan dari kata "keli" yang berarti gunung dan "mutu" yang berarti mendidih. Danau ini merupakan danau vulkanik yang dianggap ajaib dan misterius karena mempunyai 3 warna dan selalu berubah-ubah warna. Sebelumnya warna danau ini adalah merah, putih dan biru. Pada pertengahan 2006 lalu terjadi beberapa kali perubahan terutama 2 danau yang letaknya bersebelahan yakni Danau Arwah Muda-mudi (tiwu nua muri ko'o fai) dan Danau Arwah Tukang Tenung (tiwu ata polo). Danau Arwah Muda-mudi yang sebelumnya berwarna hijau, pada Juni tahun lalu sempat berubah menjadi biru. Sementara Danau Tukang Tenung atau Orang Jahat yang sebelumnya berwarna cokelat tua berubah warna agak kemerah-merahan. Satu danau yang terpisah yaitu danau Arwah Orangtua (tiwu ata mbupu) yang mempunyai warna hijau tua dan lumut, tetapi kemudian berubah kembali menjadi warna hijau, danau Orang Jahat menjadi biru tua, dan danau Orangtua menjadi cokelat kehitaman. Waktu yang baik untuk menyaksikan danau Kelimutu adalah pagi hari, karena menjelang tengah hari dan sore hari adanya kabut yang menghalangi pandangan di sekitar danau.

Alternatif kendaraan yang ditempuh menuju ke danau Kelimutu:
1. Jika perjalanan Maumere-Kelimutu-Maumere menggunakan kendaraan sewaan, maka waktu perjalanan bisa ditentukan sendiri dan pengunjung dapat mencapai puncak Kelimutu. Untuk biaya yang lebih murah dari Maumere dapat menggunakan bus umum, tetapi hanya sampai di Kampung Moni, tetapi sulit mendapatkan bus yang tiba pagi hari di kampung itu sehingga harus menginap di kampung Moni. Jika menggunakan kendaraan sewaan pengunjung bisa mampir di beberapa desa tradisional dan perjalanan diatur sesuai kesepakatan. Biasanya sekali jalan hingga pulang butuh waktu sekitar 8 jam. Dan selama kira-kira 2 jam bisa menikmati Danau Kelimutu dan sekitarnya.

2. Perjalanan melalui kota Ende menggunakan bus antarkota ataupun kendaraan sewaan, dengan waktu perjalanan yang relatif tidak jauh berbeda dengan Maumere-Kelimutu. Sebuah cottage dari kayu adalah salah satu alternatif penginapan di Kampung Moni sebelum atau sesudah mengunjungi Danau Kelimutu. Tarif yang relatif murah dan pemandangan alam yang menarik merupakan kenikmatan bagi wisatawan dengan dana terbatas.

Danau Kelimutu diyakini sebagai tempat bersemayamnya arwah-arwah manusia. Pada beberapa kesempatan biasanya ada upacara masyarakat setempat dan memberikan sesajen kepada "arwah" yang menjaga kawasan tersebut. Masyarakat setempat mempercayai bahwa Kelimutu keramat dan memberikan kesuburan pada alam di sekitarnya.Gunung Kelimutu pernah meletus pada tahun 1886 dan meninggalkan tiga kawah berbentuk danau tersebut, luas ketiga danau itu kira-kira sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antara danau satu dengan lainnya adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding terjal tersebut memiliki sudut kemiringan 70 derajat dengan ketinggian antara 50-150 meter.Kelimutu memiliki iklim tropis yang relatif stabil dengan curah hujan berkisar antara 1.651 sampai dengan 3.363 mm per tahun, musim hujan jatuh pada bulan Desember sampai Maret dan musim kemarau terjadi pada bulan Oktober sampai Nopember. Suhu udara berkisar antara 25,5° – 31° celcius dengan suhu minimum mencapai 11,6° celcius yang terjadi pada bulan Juli – Agustus. Pada musim hujan semua tumbuhan berwarna hijau subur dan pada musim kemarau banyak tumbuhan yang tumbuh daun. Kondisi tanah dan iklim tersebut sangat berpengaruh terhadap flora dan fauna yang ada.

1 komentar:

zhe on December 6, 2010 at 2:41 PM said...

blog yang bagus...
tulis yang lebih banyak ttg Ende ya, biar dunia tau kalo Ende is beautiful

 

Copyright © 2010 Picnic Together Designed by Ipietoon Blogger Template
Girl Vector Copyrighted to Dapino Colada