Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts

Batik Yogyakarta, Indonesia

Wednesday, December 1, 2010











If you have the opportunity to visit the city of Yogyakarta, Indonesia, you will see many amazing things. The town is beautiful, interesting, full of nuances of ethnicity also amazing works of society. Ancient building in the middle of the city, the streets filled with pedestrians, and views of the creators of art and merchants along Malioboro street, as if to provide hospitality that make us feel at home there.

Once the diversity of the city "STUDENT" and coupled with the results of his work is extraordinary that nicknamed the "City of Culture". Culture culture and distinctive character of its people so that makes us wonder. Amid the thick fumes, amid "modernization", but the community retains BATIK Yogyakarta as the hallmark of his city. Batik Yogya is not just a sheet of cloth with a motive, but also with the philosophical picture of society.

Gudeg Malioboro, Yogyakarta

Sunday, November 21, 2010

One of the excursions in Central Java, who frequently visited is in Yogyakarta. In addition to his city is famous for its classical and ethnic, the city of Yogyakarta is also very convenient to visit. The days of school holidays, many domestic and foreign tourists who came. Comfortable atmosphere of the city to be full and jammed in some places.

Malioboro, said as one of the iconic city of Yogyakarta. In addition to shopping, along Malioboro street is very crowded with visitors to just hang out and eat. Cuisine in Yogyakarta also be tried. One of the places which are crowded along the street Malioboro. Tourists who come to Yogyakarta usually always make themselves eat in Lesbian along Malioboro street. Because along this road many food vendors offering special food of Yogyakarta and other menus. This place is perfect to spend vacation time while in Yogyakarta. The various menus are offered sellers, such as seafood (squid, shrimp, scallops), Gudeg complete, Gudeg egg and warm chicken. Young jackfruit cooked in coconut milk, teak leaves, brown sugar and other spices. Additional eggs, tofu and chicken make more delicious to eat warm.

The night wore on, but increasingly crowded along the street Malioboro. The street hawkers who sell souvenirs replaced with food vendors lesehan. Starting from liwet rice, rice and rice cat warm. Tips, if you want to buy food at the Malioboro: First, ask the price of food to the seller, so when you finish eating, do not be surprised by the price paid. However, there are also traders who already include a list price of food.

Yogyakarta, Indonesia

Monday, July 5, 2010

Shooping At Beringharjo Yogyakarta

Monday, May 31, 2010

Pasar Beringharjo terletak di jalan Malioboro, didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Pasar ini terletak di sebelah utara kompleks Kraton Yogyakarta/di sebelah utara benteng Belanda (Vredeburg), atau di sebelah timur jalan yang menghubungkan kraton dengan Tugu Pal Putih (Tugu Yogja). Pintu utama Pasar Beringharjo letaknya di sebelah barat, tepat menghadap pada Jalan Jend. A. Yani. Pintu masuk utama ini berada pada bagian tengah kompleks pasar pada bangunan pasar sisi barat. Pada sisi kiri kanan pintu ini terdapat dua buah ruangan berukuran 2,5 meter x 3,5 meter yang digunakan untuk tempat petugas pasar. Pintu utama ini berhubungan langsung dengan jalan utama pasar yang dibangun lurus arah barat-timur. Beringharjo berasal dari kata bering (pohon beringin) dan harjo (kesejahteraan), maksudnya diharapkan lokasi yang dahulunya adalah hutan beringin ini dapat membawa kesejahteraan.

Pasar Beringharjo dikenal sebagai salah satu tujuan wisata dan sekaligus merupakan pusat kegiatan perdagangan produk batik Yogyakarta, baik yang berupa kain batik ataupun produk garmen batik lainnya seperti daster/baju tidur, celana pendek, piyama dan lain-lain. Harganya pun bervariasi dari yang murah hingga yang mahal. Untuk berbelanja di pasar Beringharjo ini dibutuhkan kemampuan menawar yang baik karena jika kita bisa melakukan itu maka akan dapat membeli barang dengan harga yang murah, tetapi jika tidak pandai menawar harga maka akan terkena harga yang lebih mahal. Jadi jangan ragu untuk membandingkan dengan beberapa penjual yang menjual barang sejenis untuk mengecek harga.

Bagian depan dan belakang bangunan pasar sebelah barat merupakan tempat berjualan kuliner, yaitu di sebelah utara bagian depan dapat dijumpai brem khas Madiun dan krasikan (semacam dodol dari tepung beras, gula jawa, dan wijen). Di sebelah selatan dapat dijumpai bakpia isi kacang hijau yang dijual hangat dan kue basah (seperti hung kwe dan nagasari). Di bagian belakang dapat dijumpai makanan ting-ting (yang terbuat dari karamel yang dicampur kacang). Berjalan ke lantai dua pasar bagian timur, tercium aroma jamu-jamuan karena disini merupakan pusat penjualan bahan dasar jamu Jawa dan rempah-rempah. Sentra penjualan barang antik terdapat di lantai 3 pasar bagian timur, kita akan menjumpai mesin ketik tua, helm buatan tahun 60-an, berbagai macam barang bekas impor seperti sepatu, tas, bahkan pakaian dijual dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga aslinya dengan kualitas yang masih baik.

Pasar ini ditutup pada pukul 17.00 WIB, tetapi suasana pasar tidak berhenti pada jam itu. Karena di bagian depan pasar masih menawarkan berbagai macam panganan khas seperti martabak dengan berbagai isinya, terang bulan yang bercampur coklat dan kacang, serta klepon isi gula jawa. Sekitar pukul 18.00 WIB hingga lewat tengah malam, biasanya terdapat penjual gudeg di depan pasar yang juga menawarkan kikil dan goreng-gorengan. Jika anda sedang berada di kota Yogyakarta maka sempatkan untuk mengunjungi pasar Beringharjo.

Candi Prambanan

Candi Prambanan dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi atau pada abad 10 pada masa pemerintahan dua raja yaitu Rakai Pikatan dan Rakai Balitung, direstorasi kembali pada abad 18 sampai 19. Candi Prambanan terletak sekitar 20km sebelah timur kota Yogyakarta, 40km sebelah barat kota Surakarta atau 120km sebelah selatan kota Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi tercantik dan terbesar di Asia Tenggara ini sering disebut juga Candi Roro Jonggrang.

Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi BataraWisnu sang Pemelihara, Batara Brahma sang pencipta, dan Batara Siwa sang penghancur. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Dan di halaman kedua memiliki 224 candi.

Pada candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, terdapat satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Di candi Brahma yang terletak di sebelah selatan candi Siwa, terdapat satu ruangan berisi arca Brahma. Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, terdapat 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang. Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti terbit/bersinar, atau diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).

Pada saat ini, candi Prambanan masih dalam renovasi karena mengalami kerusakan cukup parah terkena gempa Bantul pada tahun 2006 yang lalu dan sampai sekarang candi ini masih dalam proses restorasi.

Borobudur Temple

Tuesday, November 25, 2008

When you visit Jogyakarta, the center of Javanese Arts & Cultures and one of Indonesia's most important centers of learning where's you can visit the Kraton, Royal Palace of the Sultan (Javanese King) where Javanese traditional music Gamelan and Ramayana Ballet are regularly performed, or during the free program, you explore around the long main street Jalan Malioboro, a great place to practice your bargaining skills before you enter the higher quality Batik workshops and enjoying the night life. Don't miss visit Borobudur Temple, It is located at Magelang, Central Java, Indonesia, 42-km northwest of Yogyakarta or 90-km southeast of Semarang and leave very early morning from Jogyakarta or Semarang direct to Borobudur, you will enjoy the Beautiful sunrise from this beautiful temple

Borobudur Temple ("Candi Borobudur" in Indonesian) is Indonesia's single most visited tourist attraction. Borobudur temple is the one of the best-preserved ancient monument in Indonesia that are most frequently visited by over a million domestic as well as foreign visitors. It also had been acclaimed by the world as a cultural heritage main kind. The architectural style has no equal through out the world. It was completed centuries before Angkor Wat in Kamboja. Borobudur is one of the world's most famous temples, it stands majestically on a hilltop overlooking lush green fields and distant hills. Borobudur is built of gray andesite stone. It rises to seven terraces, each smaller than the one below it. The top is the Great Stupa, standing 40 meters above the ground. The walls of the Borobudur are sculptured in bas-reliefs extending over a total length of six kilometers. It has been hailed as the largest and most complete ensemble of Buddhist relieves in the world, unsurpassed in artistic merit and each scene an individual masterpiece.

Borobudur Temple is the temple monument comprises six square platforms topped by three circular platforms, and is decorated with 2,672 relief panels and 504 Buddha statues. A main dome, located at the center of the top platform, is surrounded by 72 Buddha statues seated inside perforated stupa and one of the world wonders and the biggest Buddhist temple in the ninth century Mahayana Buddhist monument measuring 123 x 123 meters.

Borobudur Temple is one of the greatest Buddhist monuments and one of the most magnificent Buddhist shrines in the world was built at the end of the 9th century by the Hindu kings of the Sailendra dynasty between 750 and 842 AD; 300 years before Cambodia’s Angkor Wat, 400 years before work had begun on the great European cathedrals. Little is known about its early history except that a huge tropical heat to shift and carve the 60,000 Cu m of stone. Sir Thomas Stamford Raffles revealed Borobudur Temple in 1814.

Borobudur has since been preserved through several restorations. The largest restoration project was undertaken between 1975 and 1982 by the Indonesian government and UNESCO, following which the monument was listed as a UNESCO World Heritage Site. Borobudur is still used for pilgrimage; once a year Buddhists in Indonesia celebrate Vesak at the monument.

Overnight place
Many hotels and lodging can be found in there, from the cottage till five star class or more can be made the choice to stay and overnight.
 

Copyright © 2010 Picnic Together Designed by Ipietoon Blogger Template
Girl Vector Copyrighted to Dapino Colada