Showing posts with label Traveling. Show all posts
Showing posts with label Traveling. Show all posts

Kampung Coklat in Blitar, East Java

Sunday, August 28, 2016











Tourism in the Kampung Coklat (Chocolate Village) is very pleasant, the Village located in the District of Plosorejo Kademangan Blitar, East Java, Indonesia. Went to the Kampung Coklat very easy, to find the Kampung Coklat place just follow instructions along the way. If we were from the Blitar mid town just follow the streets toward Kademangan until finding the bridge turn left, until you find Kademangan market and still straight until the crossroad towards Lodoyo (Mountain Parrots), from here turn left and follow the road straight approximately 3 km. Location of Kampung Coklat was on the north road or the left side of the road, near to the border with the village of Plosorejo Darungan Kademangan.










Our delegation coming from Sidoarjo, East Java traveled to the Kampung Coklat by car.

Great fun along the highway along the city because of the size of the course is wide enough and at every intersection or turn there is always a signpost.

To be able to enjoy educational tours Kampung Coklat there are two travel packages that we can select which Travel Packages 25.000 per person and Student Family Pack 40,000 per person.

Fortunately we did not need to pay the travel package but enough to buy tickets only Rp.5000 per person and there will be a guide who will guide us around the Kampung Coklat.

There are any five areas that could be explored in Kampung Coklat, That is the area of ​​cocoa nursery, cocoa plantations, drying of cocoa, cocoa processing and chocolate packaging.

In this cocoa nursery area of ​​loose soil. We could see the rows of cocoa trees with fruit that grows leafy green, red and yellow. did you know readers how long it takes for cacao trees were ready to be harvested? Four to five years.

In the garden area was deliberately given a table and chairs that can be used by visitors to rest and eat food under the shade of cocoa trees.
Across the cacao plantation we were able to visit the area drying cocoa beans.

How to drying with natural methods that is dried in the sun for 5-7 days. The new cocoa beans ready to be processed if a 6% water content, for measuring the moisture content is used special tools ie aqua boy. After the cocoa beans are sorted using a sorting machine or grader.

Here we can see the chef in charge of processing cocoa into chocolate. Beside it there is space packaging of processed cocoa from chocolate bars to chocolate candy with a variety of flavors and shapes. If we want to buy the products processed cocoa in the Kampung Coklat then we can buy it at Kampung Coklat Gallery. We then bought some processed cocoa products such as cocoa powder, chocolate bars and chocolate candy with fruit-flavored variant.

So for readers who like to travel, especially if with loved ones do not forget to enter to the Kampung Coklat Blitar in the list of family attractions in East Java because it is guaranteed not to regret come there. Can be sweet chocolate, also science. Blitar accommodation need not worry, you can find it here.

Danau Tiga Warna Kelimutu di Ende

Sunday, May 2, 2010

Apa yang anda ketahui tentang kota Ende?
  1. Kota Ende adalah ibu kota Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, yang terletak di pesisir selatan Pulau Flores.
  2. Kota Ende merupakan tempat yang sangat bersejarah, karena Bung Karno pernah dibuang di kota ini.
  3. Masyarakat Kota Ende mayoritas beragama Islam.
  4. Nama bandara udara di kota Ende adalah nama seorang raja beragama Islam yang pernah menjadi bupati pertama, yaitu Haji Hasan Aroeboesman.
  5. Masjid yang berada di sebelah barat istana kerajaan Ende merupakan masjid tertua di kota Ende yang dibangun pada abad ke-16.
  6. Kabuaten Ende mempunyai 2 bahasa daerah, yaitu bahasa Ende yang dipakai kebanyakan penduduk Ende dan bahasa Lio yang banyak digunakan oleh daerah kawasan sebelah utara Kota Ende, termasuk penduduk yang banyak tinggal di gunung-gunung di sekitar Kota Ende.
  7. Terdapat banyak obyek wisata yang menarik, salah satunya adalah danau 3 warna yaitu Kelimutu.
Piknik together kali ini akan jalan-jalan di sebuah danau yang bernama danau Kelimutu yang terletak sekitar 66 kilometer dari Kota Ende atau kira-kira menempuh perjalanan sekitar 3 jam dengan menggunakan jalan darat dengan cara menyewa kendaraan. Sepanjang perjalanan yang berkelok-kelok, dengan kondisi jalan yang jelek, banyak jurang dan tebing, terasa sangat melelahkan.

Terdapat keindahan alam yang luar biasa berupa fenomena alam yang tiada duanya yaitu adanya 3 danau kawah yang selalu berubah warna. Keajaiban alam ini dibangun oleh aktivitas geologi gunung Kelimutu. Kelimutu merupakan gabungan dari kata "keli" yang berarti gunung dan "mutu" yang berarti mendidih. Danau ini merupakan danau vulkanik yang dianggap ajaib dan misterius karena mempunyai 3 warna dan selalu berubah-ubah warna. Sebelumnya warna danau ini adalah merah, putih dan biru. Pada pertengahan 2006 lalu terjadi beberapa kali perubahan terutama 2 danau yang letaknya bersebelahan yakni Danau Arwah Muda-mudi (tiwu nua muri ko'o fai) dan Danau Arwah Tukang Tenung (tiwu ata polo). Danau Arwah Muda-mudi yang sebelumnya berwarna hijau, pada Juni tahun lalu sempat berubah menjadi biru. Sementara Danau Tukang Tenung atau Orang Jahat yang sebelumnya berwarna cokelat tua berubah warna agak kemerah-merahan. Satu danau yang terpisah yaitu danau Arwah Orangtua (tiwu ata mbupu) yang mempunyai warna hijau tua dan lumut, tetapi kemudian berubah kembali menjadi warna hijau, danau Orang Jahat menjadi biru tua, dan danau Orangtua menjadi cokelat kehitaman. Waktu yang baik untuk menyaksikan danau Kelimutu adalah pagi hari, karena menjelang tengah hari dan sore hari adanya kabut yang menghalangi pandangan di sekitar danau.

Alternatif kendaraan yang ditempuh menuju ke danau Kelimutu:
1. Jika perjalanan Maumere-Kelimutu-Maumere menggunakan kendaraan sewaan, maka waktu perjalanan bisa ditentukan sendiri dan pengunjung dapat mencapai puncak Kelimutu. Untuk biaya yang lebih murah dari Maumere dapat menggunakan bus umum, tetapi hanya sampai di Kampung Moni, tetapi sulit mendapatkan bus yang tiba pagi hari di kampung itu sehingga harus menginap di kampung Moni. Jika menggunakan kendaraan sewaan pengunjung bisa mampir di beberapa desa tradisional dan perjalanan diatur sesuai kesepakatan. Biasanya sekali jalan hingga pulang butuh waktu sekitar 8 jam. Dan selama kira-kira 2 jam bisa menikmati Danau Kelimutu dan sekitarnya.

2. Perjalanan melalui kota Ende menggunakan bus antarkota ataupun kendaraan sewaan, dengan waktu perjalanan yang relatif tidak jauh berbeda dengan Maumere-Kelimutu. Sebuah cottage dari kayu adalah salah satu alternatif penginapan di Kampung Moni sebelum atau sesudah mengunjungi Danau Kelimutu. Tarif yang relatif murah dan pemandangan alam yang menarik merupakan kenikmatan bagi wisatawan dengan dana terbatas.

Danau Kelimutu diyakini sebagai tempat bersemayamnya arwah-arwah manusia. Pada beberapa kesempatan biasanya ada upacara masyarakat setempat dan memberikan sesajen kepada "arwah" yang menjaga kawasan tersebut. Masyarakat setempat mempercayai bahwa Kelimutu keramat dan memberikan kesuburan pada alam di sekitarnya.Gunung Kelimutu pernah meletus pada tahun 1886 dan meninggalkan tiga kawah berbentuk danau tersebut, luas ketiga danau itu kira-kira sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antara danau satu dengan lainnya adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding terjal tersebut memiliki sudut kemiringan 70 derajat dengan ketinggian antara 50-150 meter.Kelimutu memiliki iklim tropis yang relatif stabil dengan curah hujan berkisar antara 1.651 sampai dengan 3.363 mm per tahun, musim hujan jatuh pada bulan Desember sampai Maret dan musim kemarau terjadi pada bulan Oktober sampai Nopember. Suhu udara berkisar antara 25,5° – 31° celcius dengan suhu minimum mencapai 11,6° celcius yang terjadi pada bulan Juli – Agustus. Pada musim hujan semua tumbuhan berwarna hijau subur dan pada musim kemarau banyak tumbuhan yang tumbuh daun. Kondisi tanah dan iklim tersebut sangat berpengaruh terhadap flora dan fauna yang ada.

Bromo Mountain

Sunday, March 14, 2010

Gunung Bromo merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Timur. Tempat wisata alam ini terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di timur kota Malang, Jawa Timur. Bromo terletak di 4 wilayah, yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Pengunjungnya bukan hanya wisatawan lokal tetapi banyak yang berasal dari luar negeri.

Bromo berasal dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuno yaitu Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu, Bromo adalah merupakan gunung berapi yang masih aktif. Masyarakat yang tinggal disekitar kawasan gunung Bromo berasal dari suku Tengger, mereka sangat baik dan ramah dengan para pengunjung. Mereka berjualan makanan, minuman, dan souvenir (khususnya yang berupa ikatan bunga edelweis yang berasal dari gunung bromo).

Gunung Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi, mempunyai kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat), dan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, sebaiknya memilih berjalan kaki atau dapat menyewa kuda. Dengan berjalan kaki kita dapat merasakan lautan pasir yang luas, sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat. Pengunjung biasanya mengunjungi gunung Bromo ini sejak dini hari dengan tujuan melihat terbitnya matahari. Untuk mencapai kawasan itu, kita harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Kita harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap, lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya dan menyaksikan terbitnya matahari. Jika langit sedang berawan, munculnya matahari ini tidak terlihat secara jelas. Tetapi jika langit sedang cerah, kita dapat melihat bulatan matahari yang pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini (Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, Kawah gunung Bromo dan lautan pasir gunung Bromo). Menyenangkan dan sungguh merupakan pemandangan yang sangat langka dan luar biasa menarik.

Dumai Kota Minyak & Industri

Monday, March 8, 2010

Dumai adalah sebuah kota di Propinsi Riau - Sumatera, Indonesia, terletak sekitar 188 km dari Kota Pekanbaru. Kota Dumai merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis diresmikan sebagai "Kota" yang diatur dalam UU No. 16 tahun 1999 tanggal 20 April 1999, sebelumnya kota Dumai telah menjadi kota administratif (kotif) di dalam Kabupaten Bengkalis. Wilayah Kota Dumai beriklim tropis dengan curah hujan antara 100-300 cm dan suhu udara 24-30 °C dengan kondisi tanah rawa bergambut. Kota Dumai mempunyai keragaman suku dan budaya, selain memiliki budaya asli yaitu budaya Melayu.

Batas wilayah Kota Dumai:
  1. Sebelah Utara, Dumai berbatasan dengan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.
  2. Sebelah Timur, Dumai berbatasan dengan Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.
  3. Sebelah Selatan, Dumai berbatasan dengan Kecamatan Mandau dan Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.
  4. Sebelah Barat, Dumai berbatasan dengan Kecamatan Bangko dan Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir.

Kota Dumai terdiri atas 5 (lima) kecamatan
  1. Dumai Barat, dengan kelurahan Bagan Keladi, Bukit Datuk, Bukit Timah, Bumi Ayu, Laksamana, Mekar Sari, Pangkalan Sesai,Purnama, Ratu Sima, Rimba Sekampung, Simpang Tetap, Darul Ichsan.
  2. Dumai Timur, dengan kelurahan Bintan, Bukit Batrem, Buluh Kasap, Dumai Kota, Jaya Mukti, Sukajadi, Tanjung Palas, Teluk Binjai.
  3. Bukit Kapur, dengan kelurahan Bagan Besar, Bukit Kayu Kapur, Bukit Nenas, Gurun Panjang.
  4. Medang Kampai, dengan kelurahan Guntung, Mundam, Teluk Makmur, Pelintung.
  5. Sungai Sembilan, dengan kelurahan Bangsal Aceh, Basilan Baru, Batu Teritip, Lubuk Gaung, Tanjung Penyembal.
Yang diketahui tentang kota Dumai :
1. Pelabuhan di kota Dumai adalah pelabuhan penghubung untuk kegiatan ekspor impor, dan pelabuhan penyeberang untuk para penumpang yang ingin menuju ke Malaka – Malaysia. Pelabuhan Dumai terdiri dari 9 unit, 4 unit dimilki Chevron, dan 5 unit milik pemerintah.

2. Sepanjang pantai Dumai terdapat beberapa pabrik minyak dan pengolahan minyak dengan kapasitas 170.000 barrel per hari dan dapat menampung 850.000 barrel minyak per hari.

3. Tiga industri yang turut serta memajukan Dumai secara tidak langsung adalah PT. CPI (dahulu Caltex Pacific Indonesia sekarang Chevron Pacific Indonesia) yang bergerak mayoritas dalam bidang pertambangan dan ekspor minyak dan gas bumi, kemudian PT. Pertamina yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pendistribusian minyak dan gas bumi dalam negeri, dan industri pengolahan minyak sawit (CPO) PT. BKR (Bukit Kapur Reksa).

4. Kota Dumai yang terletak di tepi pantai memiliki potensi pengembangan pariwisata seperti wisata alam, budaya dan belanja. Beberapa daerah wisata di antaranya dikawasan konservasi di Kecamatan Sungai Sembilan, hutan wisata di Kecamatan Dumai Barat dan Dumai Timur, kawasan pantai Teluk Makmur di Kecamatan Medang Kampai dan Tasik Bunga Tujuh di Kecamatan Dumai Timur.

5. Ada beberapa objek wisata yang menarik dalam perjalanan menuju Dumai, seperti adanya suku terbelakang yang dinamakan suku Sakai, hutan tropis di sepanjang jalan, dan air sungai yang warnanya unik seperti warna teh. Selain itu juga dapat dilihat beratus pipa angguk yang mengangkat minyak dari perut bumi.

6. Dumai memiliki Pelabuhan Udara Pinang Kampai yang terletak berdekatan dengan Komplek Perumahan PT. CPI.

7. Pengolahan hasil pertanian seperti Kelapa dijadikan VCO minyak kelapa murni. Kota Dumai memiliki lima kawasan Industri yang strategis yaitu Kawasan Industri Dumai (KID) di Pelintung, Kawasan Industri Lubuk Gaung, Kawasan Industri Dock Yard, Kawasan Industi Bukit Kapur dan Kawasan Industri di Bukit Timah.

8. Salah satu kawasan industri di kota Dumai telah menjadi kawasan industri yang paling pesat kemajuannya di Propinsi Riau yakni kawasan industri Pelintung. Di kawasan industri ini telah dibangun satu dermaga ekspor dengan kapasitas tiga kapal tanker sekali sandar.

9. Telah dibangun pabrik pupuk NPK dan telah berproduksi, yang menjadi pabrik pupuk NPK terbesar di Asia Tenggara.

10. Kota Dumai yang berada di tepi pantai timur Pulau Sumatera melakukan pengembangan secara terpadu kawasan pesisir pantainya sebagai kawasan tangkap dan budidaya keramba komoditas unggulan ekspor ikan hidup seperti kerapu, kakap putih, kepiting rajungan dan bawal melalui pemulihan fungsi hutan mangrove.

Masjid Kubah Emas Brunei

Monday, February 8, 2010

Pulang dari menunaikan ibadah umroh di tanah suci tempo hari, pesawat Royal Brunei yang kami tumpangi dari Jeddah Arab Saudi transit di negara Brunei selama 6 jam. Setelah lapor kedatangan di bandara Brunei, travel yang membawa kami sekeluarga mengajak jalan-jalan di daerah sekitarnya.

Brunei terletak di Pulau Kalimantan (Borneo) dan memiliki wilayah yang berbatasan dengan Serawak dari sebelah Barat sampai Timur, serta berbatasan dengan Laut Cina Selatan di sebelah Utara.

Pemerintahannya bercorak monarki konstitusional dengan Sultan menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan merangkap Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan yang dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan beberapa Menteri. Perekonomian Brunei Darussalam yang bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas menjadikan negara ini memiliki pendapatan nasional yang termasuk tinggi di dunia. Satuan mata uangnya adalah Brunei Dolar, yang memiliki nilai yang sama dengan Dolar Singapura. Tak heran jika Sultan Hassanal Bolkiah juga dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan diperkirakan sekitar 400 trilyun rupiah.

Tempat yang kami kunjungi adalah sebuah masjid yang berkubah emas yaitu masjid Jami Asr Hassanil Bolkiah. Masjid ini dikenal juga sebagai masjid Kiarong, yang merupakan masjid terbesar di Brunei Darussalam. Raja Brunei Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah Ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar 'Ali Saifuddien Sa'adul Hkairi Waddien membangun masjid ini sebagai peringatan untuk mengenang 25 tahun Sultan memerintah. Masjid yang terletak di jalan Tutong, Kg. Kiarong, Kiulap Brunai Darusalam ini merupakan bukti sejarah perkembangan Islam dari masa ke masa.

Asal usul berkembangnya Islam disini tidak terlepas dari Kerajaan Tanjungpura, Sukadana dan Sambas. Yang menonjol dari masjid megah ini adalah gaya arsitektur khas arab yang menghiasi kubah dan menara masjid, mirip dengan masjid di kota Mekah dan Madinah. Terdapat 29 kubah besar dan kecil berlapis emas . 2 kubah besar bertengger di atas atap masjid, dan 27 kubah kecil yang berdiri mengitari setiap sudut masjid. Masjid ini memiliki 4 menara yang masing-masing tingginya 189 kaki. Ada sekitar 297 anak tangga pada setiap menara tersebut. Melalui menara ini, pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar masjid dan juga pemandangan Bandar Seri Begawan dan Kampong Ayer.

Menurut catatan sejarah berdirinya masjid ini, jumlah 29 adalah simbol dari Sultan Hassanal Bolkiah sebagai Sultan Brunei yang ke-29. Terdapat lima pintu masuk ke lokasi ini, di samping dua pintu khusus untuk keluarga kerajaan dan tamu negara.

Air Terjun Coban Rondo

Wednesday, February 3, 2010

Pada musim liburan anak-anak kemaren, kami sekeluarga jalan-jalan ke kota Malang, Jawa Timur. Terlalu banyak arena wisata yang telah kami kunjungi seperti Wisata Sengkaling, Wisata Selecta, Alun-alun kota Malang, tapi Wisata air terjun Coban Rondo baru kali ini kami kunjungi. Ternyata tempat wisata itu tidak kalah indahnya dengan tempat wisata lainnya, bahkan di sini kami menemukan pemandangan alam yang sulit ditemukan di kota Surabaya.

Air Terjun Coban Rondo merupakan salah satu tempat wisata yang dimiliki di kabupaten Malang , Jawa Timur, Indonesia yang letaknya ±12 km dari kota Batu, tepatnya di Desa Pandansari kecamatan Pujon, dengan jarak tempuh setengah jam dari pusat kota Malang, atau lebih kurang 3 jam dari kota Surabaya. Sebelum masuk ke Kecamatan Pujon, di pertigaan jalan desa Pandansari tampak sebuah patung sapi dan patung seorang ibu memeras susu sapi. Patung itu menunjukkan bahwa Pujon merupakan sentra produksi susu sapi perah. Penduduknya rata-rata memiliki mata pencarian sebagai peternak sapi perah selain sebagai petani sayur-mayur. Dari patung sapi itu pengunjung harus menempuh perjalanan kira-kira 2km untuk sampai ke pintu masuk, di kiri dan kanan jalan banyak rumah penduduk kira-kira sepanjang 500meter dari pintu masuk menuju ketempat wisata air terjun.

Jalan masuk menuju lokasi sangat memudahkan wisatawan yang ingin mengunjungi objek wisata ini. Kita dapat melihat keindahan alam, pohon-pohon yang tinggi, tanaman kecubung, aneka satwa dan ada juga tempat penginapan Griyawana Coban Rondo. Banyak fasilitas yang tersedia di daerah air terjun Coban Rondo antara lain: Out Bound management training, bumi perkemahan di alam bebas, penginapan dengan harga yang terjangkau, lintas sepeda gunung, lintas hutan indah dan masih banyak lagi. Airnya yang jernih terjun dari ketinggian 84 meter. Wisata Coban Rondo ini berada pada ketinggian 1.135 meter di atas permukaan laut. Udara sangat dingin dengan suhu rata-rata sekitar 22 derajat Celcius dengan curah hujan kurang lebih 1.721 milimeter per tahun. Airnya berasal dari sumber air di Cemoro Dudo di lereng Gunung Kawi, dengan debit 150 liter per detik pada musim hujan (debit air sangat besar dan warna air cokelat bila hujannya lebat, dan bila debit air hujan Coban Rondo relatif konstan maka kualitas airnya baik). Pada musim kemarau debit air 90liter per detik lebih sedikit karena hutan yang gundul. Objek ini berada di kawasan yang dikuasai Perum Perhutani, sehingga pengelolaan wisata-nya ditangani pihak Perhutani.

Batu besar yang terletak di dasar Coban itu konon merupakan tempat Dewi Anjarwati duduk menantikan sang suami Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmara. Penantian Sang Dewi terasa sampai kini lewat getaran kesunyian dan keheningan yang dipancarkan oleh suasana alam di sekitar air terjun tersebut. Di kanan-kiri air terjun merupakan tebing berbatuan dan sekelilingnya merupakan hutan. Disekitar air terjun terdapat sebuah palinggih yang kondisinya cukup memprihatinkan. bangunan palinggih setengah kayu setengah beton ini kelihatannya pernah roboh dan mengalami patah di tengah-tengah. Namun dipaksa diposisikan kembali dengan disangga batu kecil-kecil.
 

Copyright © 2010 Picnic Together Designed by Ipietoon Blogger Template
Girl Vector Copyrighted to Dapino Colada